Investasi Halal

Investasi di era milenial saat ini sudah tak asing lagi di kehidupan kita. Kini sudah banyak pula masyarakat yang menjadikannya solusi menambah pemasukan secara pasif. Jika kamu merupakan seorang muslim yang ingin berinvestasi secara halal, silahkan simak berbagai macam investasi syariah berikut ini, ya. Jenis investasi amat beragam, akan tetapi yang umumnya paling banyak dipilih adalah surat berharga, saham/obligasi, emas, dan tanah. Setiap jenis investasi tersebut menyimpan keuntungan tersendiri.

Contohnya tanah, karena harganya tanah terus meningkat setiap tahun, maka imbal hasil yang didapat tentu akan berlipat ganda. Banyaknya imbal hasil dari investasi juga bergantung pada seberapa besar persentase uang pribadi yang digelontorkan.

Bagi kamu yang Muslim, kehalalan investasi menurut syariat agama tentu sering menjadi pertanyaan. Pasalnya saat ini cukup banyak investasi yang menjanjikan imbal hasil yang berlimpah, namun cara yang dilakukan kurang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Islam. Sebab jika terbukti mengandung ketidak halalan maupun pelanggaran dalam norma agama islam, itulah yang tidak diperbolehkan.

Tapi untungnya, sekarang ada investasi berbasis Syariah. Seperti apa mekanisme dan prosedur dalam investasi Syariah hingga dapat mengantongi sertifikat halal dari MUI? Pada dasarnya, konsep investasi syariah menerapkan metode bagi hasil atau nisbah.

Kelebihan Investasi Syariah Sadar akan pentingnya konsep Syariah tentu baik untuk kelancaran investasi Anda kelak. Pun selain halal, keuntungan tetap bisa Anda dapat. Lebih lanjut, inilah beberapa kelebihan dari investasi Syariah tersebut:

  1. Bebas riba Alasan utama umat Muslim begitu selektif dengan jenis investasi tak lain karena persoalan riba. Praktik riba ini berhubungan dengan bunga yang ditetapkan secara sepihak oleh Bank penyelenggara kepada para nasabahnya. Besar keuntungan yang didapatkan tidak pasti, namun umumnya berumlah lebih besar dari bunga bank.

  2. Tidak ada Grahar dan Masyir Praktik Gharar dalam perbankan adalah sistem yang tidak terbuka kepada nasabah. Bank Syariah menerapkan sistem yang terbuka, baik pada saat penanaman modal maupun penyaluran dana.

Selain itu, investasi Syariah juga meniadakan masyir. Sejak awal Bank Syariah menjelaskan pada nasabah mengenai harga, sehingga tidak ada spekulasi mengenai uang yang harus dibayarkan secara tiba-tiba.

Manajemen keuangan sesuai Syariat Islam Semua proses keuangan dalam investasi Syariah selalu berlandaskan syariat Islam. Dengan kata lain, bisnis yang dijalankan bebas dari unsur-unsur haram, seperti perdagangan produk yang tidak mengandung babi, alkohol, atau penipuan. Itulah mengapa kini para nasabah merasa lebih aman menitipkan uangnya di Bank Syariah.

Jenis Investasi Syariah Apa saja jenis investasi syariah yang sesuai dengan fatwa MUI? Yuk, simak empat pilihan paling direkomendasikan berikut!

  1. Investasi Properti Dalam konsep Syariah, investasi tanah atau bangunan termasuk halal. Sebab Anda tidak hanya memberikan uang demi menghasilkan keuntungan lebih banyak, tapi juga menjual atau menyewakan tanah yang memang dari tahun ke tahun memiliki peningkatan nilai jual dengan sendirinya.

  2. Deposito Bagi Hasil Melalui sistem bagi hasil, Anda bisa mendepositokan uang ke bank-bank syariah dengan sejumlah nominal yang telah ditentukan dalam suatu perjanjian. Perjanjian ini disebut sebagai akad Mudharabah yang melibatkan pihak pemilik modal dan pengelola modal. Keuntungan yang nanti Anda peroleh berasal dari bagi hasil yang disesuaikan dengan laba bersih pengelolaan dana. Dana yang Anda investasikan tadi biasanya dapat diambil dalam periode 5 sampai 10 tahun setelah kesepakatan.

  3. Asuransi Syariah Berbeda dengan asuransi konvensional yang menetapkan istilah uang hangus ketika tidak membayar premi sesuai dengan syarat minimal waktu yang di sepakati di awal, hal ini tidak terjadi pada asuransi Syariah. Nasabah yang menginvestasikan dananya melalui asuransi Syariah berhak mendapatkan uangnya kembali meskipun belum melewati tenggat jatuh tempo. Sebab asuransi syariah menggunakan konsep wadiah (titipan), dimana dana akan dikembalikan lagi ke rekening Anda yang telah dipisahkan dari rekening tabarru (donasi).

  4. Investasi Emas Untuk berinvestasi emas, kamu tidak perlu repot melakukan metode tertentu. Cukup mulai tabungan emas dengan membelinya di gerai resmi seperti Antam atau Pegadaian. Kalaupun modal yang kamu miliki kurang, fatwa MUI pun telah memperbolehkan jual-beli emas secara bertahap karena hukumnya secara agama ialah mubah. Asalkan selama masa perjanjian, harga jual emas tersebut tetap sama. Serta tidak dijadikan jaminan atau objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan.

  5. Reksa dana Syariah Sebenarnya reksa dana termasuk salah satu instrumen investasi yang sesuai syariat Islam. Hanya saja perlu ditekankan, jangan sampai ada riba atau pelanggaran yang melanggar ketentuan agama dalam praktiknya. Untuk itu beberapa aset manajemen sengaja membuat produk investasi reksa dana Syariah.

Reksa dana ini akan mengelola dana kamu dengan sangat transparan. Investasi pun dilaksanakan oleh manajer investasi, namun prosesnya tidak berkaitan dengan masyir, riba dan ghahar. Semua industri keuangan syariah, termasuk asuransi akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).
Bahkan setiap produk yang dikeluarkanpun juga harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari DPS. Jadi, tidak perlu ragu untuk menginvestasikan dana kamu secara Syariah.

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk berinvestasi di Syariah? Dengan mengetahui apa aja cakupan yang sesuai syariat Islam, kini kamu pun jadi lebih dimudahkan untuk memilih jenis investasi Syariah mana yang paling cocok. Pemasukan yang pasif bisa terus bertambah tanpa khawatir melanggar ketentuan agama. Yuk, pelajari lebih lanjut investasi syariah sekarang!

Penulis : M. Aprilliany

1 comments

Add comment


  • IqbalMaulana 6 months ago
    Bagi para milenial sekarang memang sudah harus mulai berinvestasi, sangat berbeda dengan dulu susah menjadi media investasi apalagi yang halal.