apa itu ammana p2p lending?
Kami bantu pertemukan kamu dengan para #PahlawanUMKM untuk Indonesia lebih mudah dalam bertransaksi
Mulai danai sekarang untuk #BerhasilBersama Ammana
Kenapa harus mendanai di Ammana?
Di Ammana kamu bisa jadi #PahlawanUMKM.

  • Imbal hasil yang halal dengan proses yang terbuka dan transparan. Kamu bisa mendapatkan hingga 21,6% per tahun.
  • Keamanan dan kenyamanan kamu yang utama.
  • Komitmen kami bantu sejahterakan masyarakat secara keseluruhan.
Keamanan kamu, prioritas kami
Tidak perlu ragu lagi, keamanan dan kenyaman kamu, keutamaan bagi kami

  • Fintek syariah pertama yang diawasi dan berizin OJK.
  • Terintegerasi dengan Sistem DUKCAPIL.
  • Sistem E-KYC dan scoring.
  • Tanda tangan langsung dengan pendana dan penerima dana secara digital.
  • Bekerja sama dengan asuransi syariah.
Pendanaan Tersalurkan
IDR 331M
Total Pemberi Dana
4215
Total Penerima Dana
2185
Frequently Asked Questions (FAQ)
Punya pertanyaan? kami punya jawabannya
Komitmen Ammana terhadap syariah dibuktikan dengan menjadi fintek syariah yang daftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sebagai startup syariah kami yakin bersinergi (berjamaah) adalah lebih penting bagi ummat dibandingkan menjadi startup yang distruptive (mengacaukan industri yang telah ada), oleh karena itu kami bekerjasama dengan pelaku finansial yang selama ini menjadi ujung tombak syariah kepada UKM dan masyarakat pedesaan, yaitu LKMS. Dengan begitu bukan saja ammana melakukan standarisasi transaksi syariah kepada para pelaku usaha namun juga kepada LKMS yang ada.
Terdapat 2 (dua) jenis pendanaan yaitu musyarakah (para pihak saling berkontribusi modal) dan mudharabah (100% modal dari Anda). Pendanaan musyarakah berarti Anda bersama LKMS saling berkontribusi modal untuk membiayaai pelaku usaha yang dibina oleh LKMS. sedangkan pendanaan mudharabah berarti anda berkontribusi modal 100% untuk membiayaai pelaku usaha yang dikelola oleh LKMS.
Pada dasarnya setiap pendanaan telah melalui proses screening dan Analisa yang baik, karena Ammana telah berizin OJK, MUI, dan memiliki DPS (Dewan Pengawas Syari’ah) sehingga bagi hasil yang ditawarkan Insya Allah relatif aman.
Sesuai ketentuan dan syarat di Ammana, maka siapapun bisa turut aktif sebagai pemberi dana bagi UMKM secara online melalui aplikasi Ammana sepanjang sudah cakap dalam bertindak secara hukum (usia minimal 17 tahun) dan atau sudah menikah serta saat ini berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan ditunjukkan adanya E-KTP / Identitas Diri yang resmi dari pemerintah, dimana untuk ke depan tidak menutup kemungkinan juga Ammana akan melayani Warga Negara Asing (WNA) dalam melakukan aktivitas pemberian dana on line kepada UMKM Indonesia melalui aplikasi Ammana, untuk lebih jelas dan lengkapnya informasi tersebut dapat di akses pada syarat & ketentuan Ammana.
Minimal pendanaan di mulai dari Rp. 500.000 dan maksimal 2 Milyar per unit, melalui Virtual Account yang disiapkan Ammana. Dalam transaksi akan dikenakan biaya administrasi perbankan sesuai aturan yang berlaku.

Perhatian
1. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pembiayaan dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Risiko pembiayaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pembiayaan. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pembiayaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pembiayaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pembiayaan harus mempertimbangkan tingkat bagi hasil pembiayaan dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan.
6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pembiayaan maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pembiayaan, dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

© 2022 PT Ammana Fintek Syariah