Gratis Biaya Langganan 3 Bulan Pertama
APA ITU AMMANA PAYLATER?
Fasilitas Talangan Belanja Syariah di Merchant
Pilihanmu
Tanpa Jaminan, Tanpa Bunga, dan Proses Cepat
Kenapa Harus Ammana PayLater?
Talangan Syariah Sesuai Fatwa DSN MUI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Tanpa Bunga, Tanpa Jaminan
Bisa Langsung Digunakan Untuk Raih Impianmu
Temukan Ammana Paylater di Platform Favorit Kamu
Ammana Paylater Hadir Untuk Memudahkan Kamu Berbelanja Dengan Talangan Syariah di Layanan e-Comerce Terkemuka Yang Sudah Bekerjasama
Frequently Asked Questions (FAQ)
Kami Bantu Jawab Pertanyaan Kamu!
Ammana PayLater Syariah adalah salah satu alternatif metode pembayaran pascabayar atau post-paid untuk pelanggan terpilih yang dapat anda gunakannya untuk melakukan transaksi pilihan di Gerai-gerai yang telah bekerjasama dengan Ammana. Proses pelunasannya dapat anda lakukan 30 hari setelah transaksi berhasil.
Yang membedakan antara PayLater Konven dengan syariah adalah, dalam PayLater syariah tidak terdapat bunga melainkan atas penggunaan jasa di aplikasi PayLater Ammana Syariah dalam bentuk Ijarah.
Limit Ammana PayLater Syariah adalah saldo atau batas maksimum penggunaan PayLater untuk melakukan transaksi. anda dapat melakukan transaksi dengan Ammana PayLater Syariah sampai saldo limitnya habis sebelum jatuh tempo. Setiap anda melakukan transaksi menggunakan Ammana PayLater Syariah, nominal limit anda akan langsung berkurang. Setelah transaksi berhasil, nominal transaksi tersebut akan masuk ke total tagihan yang harus anda lunasi. Setelah pembayaran tagihan, limit pengunaan anda akan kembali seperti semula. Limit akan menjadi Rp0 jika anda sudah menghabiskannya. anda tidak bisa memakai PayLater sampai anda melunasi tagihan.
Ada biaya berlangganan dan biaya transaksi yang akan dibayarkan sesuai dengan limit PayLater yang akan anda dapatkan
Sesuai ISO:270001 tentang keamanan sistem informasi. Ammana bermitra dengan Lender atau pihak ketiga lainnya dalam hal penyediaan pembiayaan Ammana PayLater Syariah, Ammana merupakan perusahaan teknologi finansial di Indonesia yang menyediakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau peer to peer (P2P) lending yang berbasis Syariah. Untuk perlindungan dan kenyamanan anda dalam bertransaksi, kami memastikan bahwa Ammana selalu menjalani regulasi-regulasi OJK (POJK) dan juga hukum keamanan data pribadi di Indonesia dalam mengoperasikan layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi ini. Selain hal-hal yang sudah disepakati bersama terkait dengan pemakaian aplikasi Ammana dan PayLater, kami tidak akan mengambil informasi apa pun yang bersifat pribadi dari perangkat yang anda gunakan. Baca selengkapnya mengenai kebijakan privasi penggunaan PayLater di Ammana di Kebijakan Privasi Ammana.
Kamu bisa membaca syarat dan ketentuan Disini

Perhatian
1. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pembiayaan dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Risiko pembiayaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pembiayaan. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pembiayaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pembiayaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pembiayaan harus mempertimbangkan tingkat bagi hasil pembiayaan dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan.
6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pembiayaan maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pembiayaan, dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

© 2022 PT Ammana Fintek Syariah