Sebelum Anda melakukan pelunasan mohon cek nomor Virtual Account (VA) terbaru di Aplikasi Ammana Mobile Anda
  • Untuk menemukan nomor Virtual Account (VA) Anda. Silahkan klik "Pembayaran" di layar beranda Anda
  • Berikut adalah nomor Virtual Account (VA) Anda:
ATM BCA
  • Masukkan Kartu ATM BCA & PIN,
  • Pilih menu Transaksi Lainnya > Transfer > ke Rekening BCA Virtual Account,
  • Masukkan kode pembayaran virtual account : Nomor VA,
  • Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti No VA, Nama, Perus/Produk dan Total Tagihan,
  • Masukkan Jumlah Transfer sesuai dengan Total Tagihan,
  • Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi,
  • Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran
m-BCA (BCA mobile)
  • Lakukan log in pada aplikasi BCA Mobile,
  • Pilih menu m-BCA, kemudian masukkan kode akses m-BCA,
  • Pilih m-Transfer > BCA Virtual Account,
  • Pilih dari Daftar Transfer, atau masukkan kode pembayaran virtual account : Nomor VA,
  • Masukkan pin m-BCA,
  • Pembayaran selesai. Simpan notifikasi yang muncul sebagai bukti pembayaran
Internet Banking BCA
  • Login pada alamat Internet Banking BCA (https://klikbca.com),
  • Pilih menu Pembayaran Tagihan > Pembayaran > BCA Virtual Account,
  • Pada kolom kode bayar, masukkan kode pembayaran virtual account : Nomor VA,
  • Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BCA Virtual Account, Nama Pelanggan dan Jumlah Pembayaran,
  • Masukkan password dan mToken,
  • Cetak/simpan struk pembayaran BCA Virtual Account sebagai bukti pembayaran
Kantor Bank BCA
  • Ambil nomor antrian transaksi Teller dan isi slip setoran",
  • Serahkan slip dan jumlah setoran kepada Teller BCA,
  • Teller BCA akan melakukan validasi transaksi,
  • Simpan slip setoran hasil validasi sebagai bukti pembayaran

Ada Pertanyaan?
Silahkan Kunjungi FAQ


Perhatian
1. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pembiayaan dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Risiko pembiayaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pembiayaan. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pembiayaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pembiayaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pembiayaan harus mempertimbangkan tingkat bagi hasil pembiayaan dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan.
6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pembiayaan maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pembiayaan, dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

© 2022 PT Ammana Fintek Syariah